The Guardian Sangat Mirip Dengan Leicester City

The Guardian Sangat Mirip Dengan Leicester City

The Guardian nama lain dari Bhayangkara FC menjadi salah satu tim terkuat serta kandidat juara Liga 1. Coach Simon berkata jika timnya ada kemiripan dengan tim liga Premier League Leicester City.

Bhayangkara FC musim ini di liga 1 terhitung mengejutkan karena sebagai klub yang masih muda karena baru berdiri pada tahun 2015. Mereka berhasil bertengger di puncak klasemen dengan total raihan 46 poin.

Mereka dapat menempati peringkat 1 karena pekan kemarin mereka dapat mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 2-1, Bekasi. Kemenangan itu terlihat sangat dramatis, dipenghujung waktu pluit panjang di bunyikan Ilham Udin Armayn berhasil membuat gol.

Perjalanan Liga 1 memang masih menyisakan 11 pertandingan lagi, tetapi apa yang sudah dicapai Bhayangkara sangat mengejutkan semua pihak. Karena dalam 10 pertandingan terakhir ini The Guardian berhasil memperoleh 8 kemenangan, satu kekalahan dan satu imbang.

Semua ini bukan sesuatu kebetulan jika The Guardian sekarang bisa bermimpi menjadi kampiun juara. Sama halnya dengan tim Inggris Leicester City yang berhasil merebut juara Premier League pada musim 2015/2016. Mereka berhasil mengalahkan tim-tim kuat sekelas Arsenal, Liverpool, Manchester United, Manchester City sampai Chelsea.

Saya tidak ingin berbicara bahwa kami ini Leicester

Tapi kita mempunya nasip yang hampir sama. Karena jika kami ini Leicester maka kami akan bernasip sama dengan Leicester ini tidak bagus,” kata Simon. Seluruh tim di Liga 1 sangat bersemangat untuk menghentikan The Guardian dari tangga juara. Ini merupakan pujian. Di tahun depan akan sedikit berbeda karena kami tidak dapat bersaing dibursa transfer dengan klub yang lebih besar dari kami.

Judi Online | Agen Bola Sbobet | Live Casino  | Slot Online - Megawin77

Lahirnya The Guardian (Bhayangkara FC ) tidak lepas dari pengabungan Persebaya Surabaya yang bermain di Liga Primer Indonesia dan berganti nama menjadi Persebaya 1927. Tidak ingin kehilangan tampil di Liga Super Indonesia, kota Surabaya, Wisnu Wardhana menempatkan klub Persikubar Kutai Barat ke Surabaya di bawah naungan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) dan kemudian merubah namanya menjadi Persebaya Surabaya.

Permasalahan yang mengenai nama Persebaya

Awalnya Persebaya bentukan PT MMIB terus merubah namanya menjadi Surabaya United. Bhayangkara Surabaya, Persebaya United, Bonek FC, United, dan kini Bhayangkara FC. Pergantian nama klub yang sekarang menjadi Bhayangkara FC terjadi setelah gabungan dengan klub PS Polri.

The Guardian sekarang menyewa Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebagai kandang. Tetapi, The Guardian sejauh ini belum mempunyai kelompok suporter yang besa, ini terlihat dari laga kandangnya selalu sepi penonton.

Kita tidak mempunyai banyak pendukung, bahkan ketika kami bermain di kandangpun kami tidak mendapatkan dukungan 30.000 fans, begitu pula saat kami berlaga di tandang. Pasti akan istimewa jika bermain di depan ribuan fans, tetapi tentunya akan ada tekanan yang menyertainya,” ucap coach asal Skotlandia itu.

Coach membocorkan jika sebenarnya The Guardian hanya memasang target finis di lima besar. Tapi sekarang saya ingin tim mengakhiri musim sebagai juara, dan bisa berkompetisi di Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *